Ragi Hasil Rekayasa Genetik Meredam Polusi Logam Berat

akurat logo
Ahmad Muhajir
Senin, 17 Juli 2017 16:55 WIB
Share
 
Ragi Hasil Rekayasa Genetik Meredam Polusi Logam Berat
Logam berat seringkali merupakan hasil berbagai jenis proses industri. getty images/Christopher Furlong

AKURAT.CO, Kontaminasi lingkungan dengan logam berat seringkali merupakan hasil berbagai jenis proses industri. Karena logam berat bisa berbahaya bagi manusia dan satwa liar lainnya, situs yang terkontaminasi perlu dibersihkan.

Ini tidak mudah. Metode ekstraksi kimia dapat mengenalkan berbagai jenis polutan ke lingkungan. Dikenal dengan Bioremediasi, metode ini menggunakan organisme biologis untuk membersihkan daerah yang tercemar.

Kendati beberapa tanaman secara alami dapat menyedot logam berat tanpa efek buruk, namun tanaman tidak selalu tumbuh cukup besar untuk menyerap semua polusi. Selain itu, tanaman tidak bisa digunakan untuk membersihkan air yang terkontaminasi.

Jadi, ilmuwan semakin memilih untuk menggunakan teknik bioteknologi untuk menciptakan mikroba rekayasa genetika yang mampu menelan polusi. Contoh terbaru dari hal ini dijelaskan oleh tim peneliti Rumania dan Norwegia di jurnal Applied Microbiology and Biotechnology.

Para peneliti menciptakan gen pengkode protein baru yang terdiri dari tiga bagian: (1) Jangkar selaput selaput; (2) protein neon hijau; Dan (3) satu dari tiga jenis peptida pengikat logam.

Ketika gen baru ini diekspresikan dalam Saccharomyces cerevisiae (Ragi yang biasa digunakan tukang roti), protein baru yang menempel pada sisi dalam membran sel dan hijau menyala. Kemudian, ragi yang direkayasa diuji kemampuannya untuk menyerap berbagai jenis logam.

Ragi yang direkayasa dengan peptida pengikat logam yang terbuat dari aspartat dan glutamat adalah yang terbaik untuk menyerap ion tembaga dan mangan; peptida sistein paling baik untuk menyerap ion kadmium dan perak; Dan peptida histidin paling mahir menyerap ion kobal dan nikel. Kinerjanya sangat baik karena mampu menghilangkan masing-masing sekitar 80% ion logam.

Langkah selanjutnya, jika penulis memilih untuk mengejarnya, akan menguji kemampuan ragi yang direkayasa untuk berfungsi dalam pengaturan yang lebih bermanfaat, seperti pabrik pengolahan air atau tempat kontaminasi yang sebenarnya.

Mereka juga perlu menentukan cara terbaik untuk memanen (dan membuang) sel ragi setelah mereka mengumpulkan logam beracun. Demikian seperti dilansir dari laman American Council on Science and Health, organisasi advokasi konsumen pro-sains yang berbasis di New York City, Senin (17/7).


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Harga Emas Batangan Antam Turun 6.054 Poin

Selasa, 21 November 2017 09:22 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang turun 6.054 poin pada Selasa bila dibandingkan dengan harga pada Senin (17/11).


Komisi X DPR RI Berharap RUU Serah Simpan Karya Dibuat Secara Pararel

Selasa, 21 November 2017 09:22 WIB

RUU ini diharapkan menjadi bagian sistematika yang pembabakannya dijelaskan juga secara detail.


Di Kupang, Sebanyak 12 Ribu Data Penduduk Siap Dicetak di e-KTP

Selasa, 21 November 2017 09:21 WIB

Jumlah data itu siap dicetak dan saat ini masih menanti kondisi server normal.


Hadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Kaltim Siapkan 5 Juta Ternak

Selasa, 21 November 2017 09:15 WIB

Kebutuhan ternak di Kaltim diprediksikan mencapai 4.918.861 ekor ternak, terdiri dari sapi, kambing, dan ayam.


Konsumsi Generasi Milenial Berbeda, Sektor yang Tak 'Move On' Bakal Gulung Tikar

Selasa, 21 November 2017 09:11 WIB

Sekarang generasi milenial makan saja harus yang bisa memenuhi unsur lifestylenya.


Sandiaga Serang Djarot Lewat Pergub 148

Selasa, 21 November 2017 09:09 WIB

Menurut saya, suatu keputusan last minute sekali, banyak sekali yang nggak aware dengan (Pergub) 148


Pasar Obligasi Dipengaruhi Imbal Hasil Obligasi AS

Selasa, 21 November 2017 09:04 WIB

Pelaku pasar memanfaatkan kondisi laju menurun setelah terimbas pelemahan laju USD.


Bursa Asia Terimbas Laju Pasar Saham AS

Selasa, 21 November 2017 09:00 WIB

Nikkei melemah setelah terimbas pelemahan bursa saham AS dan menguatnya JPY seiring kembali melemahnya laju USD setelah EUR terapresiasi.


Kemenhub: Nilai Investasi LRT Jabodebek Paling Murah

Selasa, 21 November 2017 08:57 WIB

Diperkirakan LRT Jabodebek menelan biaya investasi sekitar Rp264,7 miliar.


Dulu Berjanji, Setelah Menjabat Sandiaga Anggap Tak Penting Penghentian Reklamasi Teluk Jakarta

Selasa, 21 November 2017 08:57 WIB

Kita khawatir isu-isu seperti reklamasi justru makin memecah belah


Kosgoro 57 Jatim Usulkan Munaslub Golkar Digelar Bulan Depan

Selasa, 21 November 2017 07:56 WIB

Munaslub selambat-lambatnya akhir Desember 2017, sebelum proses pendaftaran pilkada serentak mulai dibuka Januari 2018


5 Jenis Kopi dari Tanah Batak Ini Telah Mendunia

Selasa, 21 November 2017 07:51 WIB

Indonesia patut berbangga, karena bisa melahirkan banyak kopi berkualitas yang diakui dunia. Diantaranya berasa dari Sumatera Utara (Sumut).


Laila Sari Dikubur Dekat Suami di TPU Karet Bivak

Selasa, 21 November 2017 07:36 WIB

Rencananya jenazah pemilik nama lengkap Nur Laila Sari Jahrotuljannah akan dimakamkan dekat dengan makam Iskandar suami Laila.


Diusulkan Jabat Plt Sekjen Golkar, Sarmuji Merendah

Selasa, 21 November 2017 07:29 WIB

Yang penting bagi saya (sekarang) menjaga soliditas mencari jalan keluar terbaik bagi partai golkar


Kain Kafan Laila Sari Sudah Disiapkan Jauh-jauh Hari

Selasa, 21 November 2017 07:13 WIB

Laila Sari tampaknya memiliki firasat jika umurnya tidak lama lagi. Hal ini terbukti dengan mempersiapkan kain kafan jauh-jauh hari.