Wiseland, Inovasi LIPI untuk Deteksi Tanda-Tanda Longsor

akurat logo
Vidyandini Agivonia
Selasa, 13 Februari 2018 17:47 WIB
Share
 
Wiseland, Inovasi LIPI untuk Deteksi Tanda-Tanda Longsor
Petugas dan relawan bahu-membahu membersihkan longsoran yang menutup jalan di Kabupaten Bantul. AKURAT.CO/Ridwan Anshori

AKURAT.CO, Tingginya curah hujan di Indonesia menjadi faktor utama terjadinya bencana longsor di berbagai daerah di Indonesia. Bencana ini bukan hanya menyebabkan kerugian materiil, namun juga korban jiwa yang cukup banyak.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB ), sejak Januari hingga 7 Februari 2018 terdapat 19 orang meninggal dunia akibat bencana longsor. Korban jiwa itu muncul di berbagai longsor yang terjadi di Puncak Bogor, Cijeruk, Sukabumi, Pekalongan, Sulawesi Utara dan Tangerang.

LIPI sebagai pusat peneliti dan pengembangan Iptek di Indonesia dituntut berinovasi menghadirkan solusi atas bencana yang selalu berulang itu. LIPI perlu menghadirkan tekonologi yang dapat mendeteksi tanah longsor sedini mungkin.

Nah, saat ini LIPI sebenarnya juga mempunyai teknologi khusus yang untuk mendeteksi lonsor yang diberinama Wiseland. Wiseland itu sendiri singkatan dari Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring. Sesuai namanya, alat ini berfungsi sebagai monitor atau memantau gerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel.

Selain itu, sistem yang diciptakan juga mampu memberi peringatan dini kepada masyarakat dari ancaman berbagai jenis gerakan tanah di daerah yang luas.

"Wiseland memanfaatkan empat sensor utama dan sensor curah hujan itu dapat monitoring gerakan tanah dalam dan dangkal sekalipun. Data yang dihasilkan pun real time tinggal diakses di website," tutur Suryadi saat Media Briefing di LIPI, Jakarta, Selasa (13/2).

Alat ini sudah diciptakan sejak 2015 lalu dan tahun lalu telah muncul versi terbarunya. Komponen yang digunakan pun cukup canggih. Ada Eksensometer, yaitu  sensor untuk membaca gerakan permukaan tanah atau rekahan. Lalu ada juga Tiltmeter yang merupakan sensor untuk  mengukur kemiringan tanah yg bergerak.

Wiseland juga menggunakan Gateway, alarm konsetator data yang terhubung dengan perangkat yg terhubung dengan koneksi 4G, serta sensor curah hujan. Semua komponen tersebut tidak memerlukan listrik, namun memakai surya panel mini dan baterai portable Lithium.

Tidak hanya memantau ancaman gerakan tanah atau longsor, sistem yang dibuat dari Pusat Penelitian Fisika LIPI ini juga dapat diterapkan untuk monitorin kondisi keamanan struktur tiang bangunan tinggi seperti jembatan dan gedung bertingkat. Suryadi dan tim LIPI pun sudah menerapkan alat ini di Jembatan Cisomang, ruas Tol Cipularang KM 100.

"Tahun 2016 kita sudah memasang di tiang pertama dari jembatan, istilahnya itu P0, yang arah Jakarta maupun arah ke Bandung. Kita memasang sensor dan Gatewaynya itu sendiri berjarak sekitar 220m," kata Suryadi.

Suryadi juga menambahkan Wiseland dikombinasikan dengan The Greatest sangat cocok untuk mengurangi resiko kerugian dan menyelamatkan korban jiwa. Sehingga diharapkan pemerintah atau pihak swasta dapat bekerja sama untuk menggunakan alat teknologi tersebut.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.


Laporkan Firman Wijaya, SBY Dianggap Tak Hargai Profesi Advokat

Selasa, 20 Februari 2018 20:34 WIB

Pelaporan SBY membuat profesi advokat mendapatkan tekanan, ancaman, dan hambatan.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."


Lucunya Reza Rahadian Meledek Sepatu Christine Hakim Saat Jumpa Pers

Selasa, 20 Februari 2018 20:09 WIB

Sol sepatu Christine Hakim copot.


Presiden Jokowi Tak Rela Piringan Hitam Band Metallica Jadi Milik Negara

Selasa, 20 Februari 2018 20:08 WIB

KPK pun mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang ingin menebus benda pemberian band kesayangannya tersebut.


Tim Kuasa Hukum Firman Wijaya Sebut SBY Salah Kaprah

Selasa, 20 Februari 2018 20:04 WIB

Firman Wijaya murni hanya menjalankan tugasnya sebagai advokat.


Milenial Dominasi Nasabah FLPP BRI Syariah

Selasa, 20 Februari 2018 20:03 WIB

BRISyariah telah berhasil menyalurkan Rp 51,4 miliar untuk FLPP yang sebagian besar nasabahnya merupakan generasi milenial.


Pakistan Ingin Tiru Model Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:02 WIB

Gubernur Provinsi Sindh, Muhammad Zubair mengatakan pertumbuhan ekonomi merupakan model yang baik dan ingin ditiru oleh Pakistan.


Polda Jabar Ungkap Pembuatan Kosmetik Palsu

Selasa, 20 Februari 2018 20:02 WIB

Modus yang dilakukan pelaku adalah meracik dan mengemas berbagai macam krim dengan mencampurkan bahan ke dalam tempat adonan.