LIPI Sayangkan Pemerintah Pusat Tidak Gunakan Alat Pencegah Longsor Buatan Anak Bangsa

akurat logo
Vidyandini Agivonia
Selasa, 13 Februari 2018 17:22 WIB
Share
 
LIPI Sayangkan Pemerintah Pusat Tidak Gunakan Alat Pencegah Longsor Buatan Anak Bangsa
Peneliti LIPI memperkenalkan alat pencegah longsor, The Greatest . AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia

AKURAT.CO, Sebuah alat inovatif,  The Greatest (teknologo gravitasi ekstaksi air tanah untuk kestabilan lereng) telah diciptakan ilmuan Indonesia untuk mencegah longsor. Alat yang dikembangkan Dr. Ir. Andrin Tohari, M.Eng ini telah diujicoba di lereng kampung Cibitung, Desa Sukamukti, Pangalengan, Jawa Barat, dan asilnya cukup memuaskan.

Menurut Andrin, ada empat klasifikasi bencana longsor yang sering terjadi di musim hujan di Indonesia yaitu aliran, runtuhan batuan, luncuran, dan nendatan. Dan yang paling sering terjadi adalah longsor luncuran.

Fenomena ini dapat dicegah dengan alat yang dirancang sejak 2013 ini untuk menurunkan muka air tanah dalam lereng. Metode yang digunakan The Greatest adalah metode drainase siphon. Seperti Namanya ,metode ini menggunakan alat utama yaitu flushing unit. Pompa tersebut memilki kerja prinsip menghisap air tanah berdasarkan perbedaan ketinggian muka air tanah.

"Flushing ini kerjanya sama seperti kita nyedot bensin dari tangki motor. Pernah kan? Nah sama, ini bakal nyedot air di dalam tanah tanpa listrik karena tekanan udara," kata Andrin dalam acara Media Briefing di LIPI, Jakarta, Selasa (13/2).

Alat ini diyakini dapat mengurangi resiko longsor karena menurunkan menurukan muka air tanah hingga kedalaman 10 meter dibawah permukaan tanah.

Namun hal ini disayangkan, teknologi ini belum diminati oleh pemerintah pusat untuk menangani bencana di daerah rawan longsor.

"Dengan kementerian kita belum kerjasama. Kita masih mengupayakan memasyarakatkan sistem ini seperti ke BPPD. Terus terang, amat disayangkan produk ini masih belum dilihat oleh pemerintah pusat," tutur Andrin saat di wawancari di acara Media Briefing di LIPI, Jakarta, Selasa (13/2).

Peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI ini juga menambahkan bahwa dirinya dan LIPI sudah mesosialisasikan di media massa tentang teknologi namun sampai saat ini belum ada pihak pemerintah yang melirik.

"Padahal LIPI kan tulang punggung dari pengembangan IPTEK ya. Saya juga tidak tahu apakah informasi dari media nanti sampai ke mereka (pemerintah) apa tidak," tambah Andrin.

Tentunya teknologi inovatif ini diharapkan sangat membantu masyarakat di Indonesia untuk mencegah longsor sedini mungkin agar tidak menimbulkan kerugian dan memakan korban jiwa. Andrin juga berharap ada kerja sama dengan para stakeholders pemerintah dan pihak swasta.

" Ya saya harapkan dari kegiatan seperti ini bertemu dengan media, informasinya sampai dan bisa dilihat lalu bisa bekerja sama dengan kami untuk dapat diterapkan massal yang tentunya menggandeng pihak ke 3 untuk modal," ucap Andrin.


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Bagi Tugas Kampanye, 2DM Bakal Jarang Bertemu

Selasa, 20 Februari 2018 20:36 WIB

Tatar Pasundan mempunyai daerah yang sangat luas, sehingga dibutuhkan mobilitas dari keduanya.


Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.


Laporkan Firman Wijaya, SBY Dianggap Tak Hargai Profesi Advokat

Selasa, 20 Februari 2018 20:34 WIB

Pelaporan SBY membuat profesi advokat mendapatkan tekanan, ancaman, dan hambatan.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."


Lucunya Reza Rahadian Meledek Sepatu Christine Hakim Saat Jumpa Pers

Selasa, 20 Februari 2018 20:09 WIB

Sol sepatu Christine Hakim copot.


Presiden Jokowi Tak Rela Piringan Hitam Band Metallica Jadi Milik Negara

Selasa, 20 Februari 2018 20:08 WIB

KPK pun mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang ingin menebus benda pemberian band kesayangannya tersebut.


Tim Kuasa Hukum Firman Wijaya Sebut SBY Salah Kaprah

Selasa, 20 Februari 2018 20:04 WIB

Firman Wijaya murni hanya menjalankan tugasnya sebagai advokat.


Milenial Dominasi Nasabah FLPP BRI Syariah

Selasa, 20 Februari 2018 20:03 WIB

BRISyariah telah berhasil menyalurkan Rp 51,4 miliar untuk FLPP yang sebagian besar nasabahnya merupakan generasi milenial.


Pakistan Ingin Tiru Model Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:02 WIB

Gubernur Provinsi Sindh, Muhammad Zubair mengatakan pertumbuhan ekonomi merupakan model yang baik dan ingin ditiru oleh Pakistan.