Tekno / Gadget / Berita

Radiasi Handphone Bisa Sebabkan Kanker

akurat logo
Safaraz
Minggu, 04 Februari 2018 13:09 WIB
Share
 
Radiasi Handphone Bisa Sebabkan Kanker
Ilustrasi ponsel. DAILYMAIL

AKURAT.CO, National Toxicologi of the National Institutes of Health melakukan dua penelitian besar terhadap resiko radiasi handphone pada jenis kanker tertentu. Sebesar 6 persen tikus yang terkena radiasi handphone mengalami perkembangan sejenis kanker bernama schwannoma di jantung mereka.

Dua penelitian itu adalah program toksikologi national terbesar yang dilakukan Inggris tentang efek karsinogenik radiasi handphone. Peneliti mengingatkan penggunaan handphone berlebihan meningkatkan resiko terkena kanker.

Lebih dari dua tahun terakhir peneliti dari National Toxicology Program (NTP) dari National Institutes of Health (NIH) mengekspos tikus dengan radiasi radio frequency handphone dalam beragam variasi kadar paparan selama 18 jam perhari. Di tahun 2016 ilmuwan NIH merilis data yang mengejutkan dan nampak adanya keterkaitan signifikan antara radiasi handphone dengan resiko kanker.

Peneliti menyimpulkan yang berbahaya adalah paparan radiasi yang konsisten. Pengaruh radiasi pada jenis kanker lain tidak begitu tinggi. Schwannoma berkembang dalam dari sistem syaraf peripheral yang disebut sel schwann. Mereka berkembang di dalam selubung yang meliputi syaraf, membungkus dan mengintervensi syaraf.

Pada manusia biasanya sel schwann cukup ramah (tumor). Schwannoma yang bukan kanker biasa berada di syaraf vestibular yang menghubungkan otak dengan telinga. Schwannoma dapat mulai berkembang di mana saja. Namun biasanya dimulai di kaki, lengan atau punggung bawah yang menyebabkan bengkak, nyeri, otot lemah atau geli.

Meski schwannoma tidak umum ditemukan di dalam jantung, jaringan tisu kardiak adalah target terbaik radiasi handphone, papar Dr John Bucher pimpinan tim peneliti.  Radiasi gelombang mikro bekerja dengan memanaskan air. Jaringan otot seperti jantung 75 persen terdiri dari otot dan hanya 10persen air. Artinya jaringan tisu otot secara khusus teradiasi gelombang handphone dan dapat disimpulkan bahwa organ dengan otot yang banyak paling tinggi resikonya terkena kanker.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Urbanisasi di India Picu Sengketa Lahan

Selasa, 20 Februari 2018 20:59 WIB

Pertumbuhan kota-kota besar di India memicu persengketaan lahan


Pengembang Australia Tarik Investor Properti Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:51 WIB

Pengembang asal Australia,Crown Group berupaya menarik investor asing termasuk Indonesia untuk membeli properti di Negeri Kangguru tersebut


Ribuan Personel Gabungan Disiagakan di Bandara Soetta

Selasa, 20 Februari 2018 20:50 WIB

Untuk antisipasi kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.


Respons Anies Usai Ketua SC Ngaku Salah soal Insiden Penghalauan

Selasa, 20 Februari 2018 20:47 WIB

Terkait kasus penghalauan, Anies pun Ingin semua pihak ngambil pembelajaran.


KPK Siap Bantu Polri Jemput Tersangka Kondensat Honggo Wendratno

Selasa, 20 Februari 2018 20:42 WIB

Saat ini KPK masih mempelajari kasusnya.


Bagi Tugas Kampanye, 2DM Bakal Jarang Bertemu

Selasa, 20 Februari 2018 20:36 WIB

Tatar Pasundan mempunyai daerah yang sangat luas, sehingga dibutuhkan mobilitas dari keduanya.


Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.


Laporkan Firman Wijaya, SBY Dianggap Tak Hargai Profesi Advokat

Selasa, 20 Februari 2018 20:34 WIB

Pelaporan SBY membuat profesi advokat mendapatkan tekanan, ancaman, dan hambatan.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."