Alat Diagnosis Tuberkulosis Rancangan Dosen ITS Lebih Akurat dan Cepat

akurat logo
Ahmad Muhajir
Sabtu, 13 Januari 2018 19:51 WIB
Share
 
Alat Diagnosis Tuberkulosis Rancangan Dosen ITS Lebih Akurat dan Cepat
Ilustrasi inovasi. AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang alat TB-Analyzer yang bisa menghitung jumlah bakteri tuberkulosis lebih akurat dan cepat.

Dr I Ketut Eddy Purnama menjelaskan selama ini diagnosis tuberkulosis masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu berjam-jam, dengan alat ini dapat memangkas waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosis.

"Dokter dan perawat masih menggunakan mata dengan menghitung adanya bakteri tahan asam (BTA) pada dahak penderita yang diletakkan di atas citra mikroskopik," kata dosen Departemen Teknik Komputer Fakultas Teknologi Elektro ITS itu di Surabaya, Sabtu (13/01).

Metode penghitungan semacam itu, menurut dia, seringkali tidak akurat karena area pemeriksaan yang sangat luas tidak memungkinkan penghitungan jumlah bakteri secara teliti.

"Bayangkan ada 100 area, lalu kita memindahkannya satu-satu dengan tangan. Pasti nanti akan ada yang terlewat, entah karena lalai atau lelah," ujar Kepala Laboratorium Sinyal Digital ITS.

Masalah itu mendorong Ketut mengajak Dr Ir Arman Hakim Nasution dari Departemen Manajemen Bisnis, serta Dr Supeno Mardi Susiki Nugroho dan Arief Kurniawan ST MT dari Departemen Teknik Komputer untuk melakukan penelitian tiga tahun lebih yang menghasilkan alat penghitung bakteri tuberkulosis yang dinamai TB-Analyzer: Smart System to Count Tubercolosis Bacterial on a Sputum Smear Automatically.

Alat tersebut merupakan perpaduan antara aplikasi perangkat keras dan perangkat lunak untuk analisis citra mikroskopik, yang meliputi komputer jinjing yang terhubung ke mikroskop digital serta aplikasi yang mampu menginstruksikan pergerakan motor dan mendapatkan fokus pada bakteri guna mendapat puluhan gambar yang tidak tumpang tindih.

I Ketut Eddy Purnama, yang merupakan lulusan University of Groningen di Belanda, menjelaskan penggunaan alat itu diawali dengan pemeriksaan pasien menggunakan X-Ray untuk menentukan apa pasien terpapar tuberkulosis atau tidak.

Kalau pasien diketahui terpapar tuberculosis, maka dahaknya akan diambil dan ditaruh di preparat dahak, kemudian dikeringkan dan dibakar untuk melelehkan bakteri berbentuk batang dengan lapisan lilin.

Setelah pembakaran selesai, preparat diberi warna menggunakan Ziehl Neelsen lalu didinginkan dan diletakkan kembali di mikroskop digital. Nantinya, bakteri akan secara otomatis muncul di layar komputer.

Ketut, yang memimpin tim peneliti, menuturkan bahwa TB-Analyzer memiliki kemampuan akurat dalam menghitung ratusan gambar bakteri serta mampu menghitungnya dalam berbagai macam skala gambar.

"Kita masih akan menyempurnakan bagian mekaniknya terlebih dahulu. Setelahnya, produk ini akan mulai dipasarkan dengan menggandeng rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, klinik, serta laboratorium penelitian," ujarnya.[]


Editor. Islahuddin

Sumber. antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Youbel Sondakh Beberkan Kunci Satria Muda Rebut Gelar Juara

Senin, 23 April 2018 05:05 WIB

Satria Muda memastikan gelar juara IBL musim 2017-2018 usai mengalahkan Pelita Jaya di laga final.


Meski Menang, Marquez Gagal Rebut Puncak Klasemen

Senin, 23 April 2018 04:51 WIB

Andrea Dovizioso merebut puncak klasemen sementara meski hanya finis kelima pada balapan GP Amerika Serikat.


Pemimpin China dan India Bertemu Pekan Ini, Apa Agendanya?

Senin, 23 April 2018 04:41 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu di China pekan ini.


Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Bawa ke Simalungan

Senin, 23 April 2018 04:18 WIB

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Adi Chandra telah dibawa ke Simalungan untuk dikebumikan pihak keluarga.


Dramatis, Napoli Tumbangkan Juventus Lewat Gol di Menit Akhir

Senin, 23 April 2018 04:01 WIB

Napoli berhasil menjaga asa untuk meraih gelar juara setelah mengalahkan Juventus.


250 TMP Bekasi Dukung Pasangan Hasanah di Pilgub Jabar

Senin, 23 April 2018 03:36 WIB

Sebanyak 250 Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Hasanah.


Demonstran Armenia Tak Terima Pemimpinnya Ditangkap

Senin, 23 April 2018 03:08 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di ibu kota Armenia, Yerevan, setelah polisi menangkap pemimpin mereka.


Marc Marquez Lanjutkan Dominasi di Amerika Serikat

Senin, 23 April 2018 03:03 WIB

Ini merupakan kemenangan keenam secara beruntun yang diraih The Baby Alien -julukan Marquez- pada GP Amerika Serikat.


Kapolda Papua Barat Siapkan Satbrimob Bantu Pengamanan Pilkada Papua

Senin, 23 April 2018 02:53 WIB

Satuan Brigade Mobil Polda Papua Barat telah menyiapkan personel untuk diperbantukan dalam kegiatan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah.


City Jaga Peluang Pecahkan Rekor Liga Primer Inggris

Senin, 23 April 2018 02:15 WIB

City saat ini hanya berjarak enam angka dari rekor raihan poin terbanyak Liga Primer Inggris .


Bus Terguling di Magetan Tewaskan Tiga Orang

Senin, 23 April 2018 02:13 WIB

Tiga orang korban tewas akibat kecelakaan bus terguling di Magetan.


Tanggapi Pernyataan Ketum PPP, Fadli Zon: Duh Sungguh Dangkal Pemikiran Ini

Senin, 23 April 2018 01:50 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menanggapi pernyataan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuzy.


Pria Telanjang Tembak Mati 3 Orang di Restoran AS

Senin, 23 April 2018 01:13 WIB

Seorang pria telanjang yang hanya memakai jaket warna hijau menembak mati tiga orang di restoran Waffle House, Amerika Serikat.


Inilah Susunan Pemain Juventus vs Napoli

Senin, 23 April 2018 01:01 WIB

Laga ini adalah kesempatan terakhir bagi Napoli untuk menjaga asa mereka meraih gelar juara.


Medan Dicanangkan Sebagai Daerah "Zero Waste City" pada 2020

Senin, 23 April 2018 00:47 WIB

Siti Nurbaya mencanangkan Medan sebagai daerah yang mengurangi volume racun dari sampah atau "zero waste city" pada tahun 2020.