Dilema Robot Seks, Etika, Moral, dan Hukum

akurat logo
Ahmad Muhajir
Kamis, 11 Januari 2018 15:07 WIB
Share
 
Dilema Robot Seks, Etika, Moral, dan Hukum
Ilustrasi pembuatan robot seks. INDEPENDENT

AKURAT.CO, Kecerdasan buatan telah membuka jalan ke pasar seks global. Memperkenalkan sebuah revolusi dalam "teknologi seks robot" yang menawarkan seksual dengan sentuhan manusiawi.

Sebagaimana disadur dari Sputnik, Kamis (11/1), pengguna robot seks diklaim menjadi semakin umum. Para spesialis memperingatakan tentang masalah moral dan etika yang terkait dengan fenomena yang perlu ditangani ini.

Laman The Express menyebutkan, Profesor Robin Mackenzie dari Kent Law School, yang mengkhususkan diri pada bidang-bidang seperti robotika dan etika, dan hubungan hukum antara manusia dan robot, percaya bahwa kemunculan "sexbots" yang semakin hidup menuntut perubahan dalam cara orang berpikir tentang seks, moral dan status hukum keberadaannya.

"Manusia berhubungan seks dengan manusia lain, yang tidak dapat disetujui seperti seks antara anak-anak dan orang dewasa, ini dipandang tidak sah dan tidak etis. Namun, robot seks sadar dan sadar diri diciptakan untuk terlibat dalam keintiman emosional dan seksual dengan manusia," kata Mackenzie.

Dia menambahkan bahwa meskipun robot seks terlihat seperti manusia dan bertindak sebagai pasangan seksual yang intim, mereka tidak bisa dikategorikan sebagai barang atau binatang.

Menurutnya, kemajuan teknologi baru-bari ini telah menunjukan robot seks sekarang dapat memiliki karakteristik dan funsionalitas yang realistis dan hidup.

"Bicara soal etika, pembuat undang-undang dan pabrikan memperlakukan robot sebagai barang, tapi robot seks masa depan lebih dari sekedar itu," pungkas Mackenzie.

Noel Sharkey, salah satu penulis laporan "Our Sexual Future With Robots," yang dirilis oleh The Foundation for Responsible Robotics, percaya bahwa satu area yang sangat kontroversial adalah orang-orang mengusulkan robot seks untuk mencegah kejahatan seks, seperti pemerkosaan.

"Idenya adalah robot akan melayani hasrat seksual Anda sehingga Anda bisa memperkosanya. Beberapa orang mengatakan lebih baik mereka memperkosa robot daripada memperkosa orang sungguhan. Ada orang lain yang mengatakan ini hanya akan mendorong pemerkosa lebih banyak lagi," ungkap Sharkey.

Selain itu, laporan tersebut juga mengatakan, telah hadir robot seks anak-anak dan boneka seks, yang sudah dibuat dan dikirim oleh perusahaan di Jepang. Hanya sedikit orang yang percaya, bahwa "boneka cinta" anak itu dapat membantu pencegahan terapeutik untuk menghentikan serangan pedofil.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

WALHI: Hari Bumi Momentum Penyelamatan Lingkungan

Senin, 23 April 2018 05:20 WIB

Peringatan hari bumi dinilai seharusnya dapat menjadi momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.


Youbel Sondakh Beberkan Kunci Satria Muda Rebut Gelar Juara

Senin, 23 April 2018 05:05 WIB

Satria Muda memastikan gelar juara IBL musim 2017-2018 usai mengalahkan Pelita Jaya di laga final.


Meski Menang, Marquez Gagal Rebut Puncak Klasemen

Senin, 23 April 2018 04:51 WIB

Andrea Dovizioso merebut puncak klasemen sementara meski hanya finis kelima pada balapan GP Amerika Serikat.


Pemimpin China dan India Bertemu Pekan Ini, Apa Agendanya?

Senin, 23 April 2018 04:41 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu di China pekan ini.


Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Bawa ke Simalungan

Senin, 23 April 2018 04:18 WIB

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Adi Chandra telah dibawa ke Simalungan untuk dikebumikan pihak keluarga.


Dramatis, Napoli Tumbangkan Juventus Lewat Gol di Menit Akhir

Senin, 23 April 2018 04:01 WIB

Napoli berhasil menjaga asa untuk meraih gelar juara setelah mengalahkan Juventus.


250 TMP Bekasi Dukung Pasangan Hasanah di Pilgub Jabar

Senin, 23 April 2018 03:36 WIB

Sebanyak 250 Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Hasanah.


Demonstran Armenia Tak Terima Pemimpinnya Ditangkap

Senin, 23 April 2018 03:08 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di ibu kota Armenia, Yerevan, setelah polisi menangkap pemimpin mereka.


Marc Marquez Lanjutkan Dominasi di Amerika Serikat

Senin, 23 April 2018 03:03 WIB

Ini merupakan kemenangan keenam secara beruntun yang diraih The Baby Alien -julukan Marquez- pada GP Amerika Serikat.


Kapolda Papua Barat Siapkan Satbrimob Bantu Pengamanan Pilkada Papua

Senin, 23 April 2018 02:53 WIB

Satuan Brigade Mobil Polda Papua Barat telah menyiapkan personel untuk diperbantukan dalam kegiatan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah.


City Jaga Peluang Pecahkan Rekor Liga Primer Inggris

Senin, 23 April 2018 02:15 WIB

City saat ini hanya berjarak enam angka dari rekor raihan poin terbanyak Liga Primer Inggris .


Bus Terguling di Magetan Tewaskan Tiga Orang

Senin, 23 April 2018 02:13 WIB

Tiga orang korban tewas akibat kecelakaan bus terguling di Magetan.


Tanggapi Pernyataan Ketum PPP, Fadli Zon: Duh Sungguh Dangkal Pemikiran Ini

Senin, 23 April 2018 01:50 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menanggapi pernyataan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuzy.


Pria Telanjang Tembak Mati 3 Orang di Restoran AS

Senin, 23 April 2018 01:13 WIB

Seorang pria telanjang yang hanya memakai jaket warna hijau menembak mati tiga orang di restoran Waffle House, Amerika Serikat.


Inilah Susunan Pemain Juventus vs Napoli

Senin, 23 April 2018 01:01 WIB

Laga ini adalah kesempatan terakhir bagi Napoli untuk menjaga asa mereka meraih gelar juara.