Apa Benar BSSN Jadi "Alat" Negara untuk Memantau Warganet?

akurat logo
Ahmad Muhajir
Jumat, 05 Januari 2018 22:14 WIB
Share
 
Apa Benar BSSN Jadi
Kepala Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) Djoko Setiadi. AKURAT.CO/Ahmad Muhajir

AKURAT.CO, Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) hari ini (05/01) menggelar jumpa pers untuk memperkenalkan diri kepada publik tentang maksud kelahiran lembaga tersebut. Mereka menjawab berbagai kecurigaan masyarakat yang sempat menuduh lembaga ini sebagai mata-mata bagi kalangan warganet.

Kepala BSSN Djoko Setiadi dalam acara itu mengatakan bahwa badan ini hadir untuk memastikan wilayah siber di Indonesia aman dari hal-hal yang dapat mengganggu ketentraman di dunia maya. BSSN merupakan pengembangan dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Komentar miring lembaga tersebut tidak bisa dihindari, terutama ketika Djoko mengeluarkan istilah "hoaks yang membangun" dan sekaligus menjadi bahan candaan warganet khususnya di Twitter.

Dasar pemikirian dari tuduhan itu cukup sederhana, bagaimana bisa BSSN mewujudkan keamanan siber jika tidak pernah tahu atau memantau aktivitas masyarakat di sebuah jaringan komunikasi? mengingat isu kejahatan siber di Indonesia cukup berkembang, sejauh mana wewenang badan tesebut penting untuk diketahui.

Menangkal kecurigaan itu, Kepala BSSN menjelaskan, apa yang akan mereka lakukan dalam jangka pendek yakni menyusun struktur organisasi terlebih dulu dan termasuk penempatan sumber daya, anggaran dasar dan kepentingan lainnya sampai badan ini siap bergerak.

Selanjutnya, dalam jangka panjang, dia menerangkan BSSN di samping mengamankan instansi pemerintah, BUMN, sampai sektor privat, lembaga tersebut juga bisa melaksanakan perlindungan kepada masyarakat.

"Tentu semua rencana yang akan kami lakukan merujuk pada aturan yang berlaku, ini semata-mata agar BSSN bisa memenuhi harapan dalam mewujudkan keamanan siber," jelasnya.

Bicara soal kewenangan, BSSN tidak lepas dari kegiatan sebelumnya yakni lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bergerak di bidang pengamanan informasi rahasia negara, ditambah dengan pendeteksian sumber masalah di wilayah siber.

"Saya yakin Anda semua punya tabungan di bank. Sekarang jika tabungan kita dicuri, dua angka saja dibelakang koma apakah ada yang menyadarinya? Dan BSSN akan melangkah ke sana sampai bisa menemukan siapa pelakunya," terang dia.

BSSN mengklaim akan bersinergi lembaga-lembaga lain yang ada di wilayah siber, seperti Kemkominfo, BIN, Mabes Porli, dan sebagainya agar saling mengisi kekurangan demi terciptanya keamanan siber.

"Semuanya yang memiliki kemampuan di ranah siber akan kita ajak ikut berpartisipasi, ini untuk menghindari tumpang tindih antar lambaga. Kalau sudah bersinergi akan kita sesuaikan tindakan-tindakan yang dibutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Sertifikat Elektronik merangkap Juru Bicara BSSN Anton Setiyawan juga menambahkan bahwa konsep keamanan siber adalah menjaga supaya sebuah ancaman tidak menjadi kenyataan di alam siber

"Kita hanya memastikan bahwa masyarakat atau industri bisa melakukan transaksi elektronik dengan aman, itu yang sebetulnya fokus kerja kita. BSSN menstandarkan bagaimana pengamanan IP, komputer, atau password yang dikelola," ungkap Anton.

Anton menegaskan, lembaga ini hanya merambah kepada kemanan siber; infrastruktur, jaringan, dan sebagainya. Ia juga berpendapat BSSN tidak akan masuk sampai ke ranah konten masing-masing individu di internet.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Demokrat: Sampai Hari Ini Tak Ada UU Tentang LGBT Dibahas di DPR

Selasa, 23 Januari 2018 11:05 WIB

Zulkifli Hasan diduga salah paham dan mendapatkan informasi yang tidak tepat soal LGBT


Tiga ASN Ikut Pilkada, Pemkab Bogor Didesak Berikan Hukuman

Selasa, 23 Januari 2018 11:01 WIB

Syamsul Anwar meminta Pemkab Bogor menjatuhi hukuman terhadap tiga ASN yang terlibat politik praktis


Pemain Ganda Denmark Terpukau dengan Perubahan Istora

Selasa, 23 Januari 2018 11:00 WIB

"Kami tidak sabar bertanding di sini," kata Mads Conrad-Petersen.


Lindungi Perbatasan, Xinjiang Akan Bangun Tembok Besar

Selasa, 23 Januari 2018 10:49 WIB

Ratusan orang tewas di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir akibat kekerasan antara etnik Muslim Uighur dan mayoritas etnik Han China


Dalam Gaya Berbeda, Dian Sastrowardoyo Cantiknya Tetap Sama

Selasa, 23 Januari 2018 10:40 WIB

Berikut beberapa gaya Dian Sastrowardoyo yang tetap membuatnya cantik.


Kepergok ke Dokter Kandungan, Sarwendah Hamil Anak Kedua?

Selasa, 23 Januari 2018 10:37 WIB

Selamat ya Wendah hamil anak kedua


Anies: Lahan Pertanian di Jakarta Masih Ada 300 Hektare

Selasa, 23 Januari 2018 10:29 WIB

Meski hampir seluruh wilayah Ibukota dipenuhi dengan gedung pencakar langit, ternyata Jakarta masih memiliki 300 hektare lahan pertanian


Sri Mulyani: Reformasi Birokrasi Suatu Keharusan

Selasa, 23 Januari 2018 10:26 WIB

Pemerintah ingin memaksimalkan peranan ASN. Dalam menangkap peluang dari momentum kebangkitan ekonomi nasional 2 tahun belakangan ini.


Jaga Inflasi 2018, Pemerintah dan BI Sepakati 5 Langkah Strategis Ini

Selasa, 23 Januari 2018 10:20 WIB

Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat secara khusus menyepakati lima langkah strategis.


Soal e-KTP Bagi Penghayat Kepercayaan, Mendagri Tunggu Rakor di Kemenko Polhukam

Selasa, 23 Januari 2018 10:13 WIB

MUI beberapa waktu lalu mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat e-KTP dengan kolom khusus bagi warga penghayat kepercayaan


Sri Mulyani: Rekrutmen ASN Harus Dapat Orang Terbaik

Selasa, 23 Januari 2018 10:11 WIB

Tahun lalu, dari 37.000 formasi yang ditawarkan, yang melamar 2 juta perserta.


Jokowi Tinjau Program Padat Karya Tunai Irigasi Rawa Pasang Surut

Selasa, 23 Januari 2018 10:06 WIB

Sebanyak 100 orang terlibat dalam program tersebut dengan pekerjaan berupa pembersihan rumput pada bahu jalan dan jembatan.


Satu Persen Orang Terkaya Kuasai 82 Persen Kekayaan Dunia

Selasa, 23 Januari 2018 10:03 WIB

Sedikit orang kaya menguasai kekayaan lebih banyak, sementara ratusan juta orang berjuang untuk bertahan hidup dalam kemiskinan


Bak Petani, Anies Panen Padi dan Buah Naga di Cakung

Selasa, 23 Januari 2018 10:00 WIB

Varietas padi yang dipanen Anies di Cakung merupakan padi Inpardi 32 yang tahan hama wereng.


Bukan Alat Pembayaran Sah, Kemenkeu Tegas Larang Bitcoin

Selasa, 23 Januari 2018 10:00 WIB

Ini mengingat potensi risiko yang besar, tidak hanya bagi masyarakat penggunanya namun juga dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan.