Google Menunda Penghentian Penggunaan Cookies Pihak Ketiga di Chrome

Tekno.akurat.co-Perusahaan teknologi terkemuka seperti Google memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk landscape internet global.
Salah satu langkah terbaru yang diumumkan oleh Google adalah rencananya untuk menghentikan penggunaan cookies pihak ketiga di peramban web Chrome-nya.
Namun, seperti yang telah banyak diantisipasi oleh banyak pihak, langkah ini telah ditunda, menimbulkan berbagai pertanyaan dan diskusi tentang dampaknya.
Apa Itu Cookies?
Cookies web adalah bagian kecil dari data yang dikirim oleh situs web dan disimpan di perangkat pengguna untuk mengidentifikasi pengguna dan menyimpan informasi tentang mereka.
Baca Juga: Inovasi Terbaru Google Membawa Pengalaman Desktop ke Android 15 dengan sempurna
Cookies pihak ketiga, yang dihasilkan oleh situs web lain selain yang sedang dikunjungi oleh pengguna, telah lama menjadi alat penting bagi perusahaan-perusahaan periklanan
dan pemasaran online untuk melacak perilaku pengguna secara lintas-situs.
Google, sebagai pemilik dari salah satu peramban web terpopuler di dunia, Chrome, sebelumnya telah mengumumkan rencananya untuk menghentikan dukungan terhadap cookies pihak ketiga.
Langkah ini, yang awalnya dijadwalkan untuk diterapkan pada tahun 2022, dimaksudkan untuk meningkatkan privasi pengguna dan memperkuat kontrol atas data pribadi mereka.
Penundaan yang Tak Terduga
Namun, pada Januari 2024, Google mengumumkan penundaan ini, menyatakan bahwa proses tersebut akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memastikan bahwa transisi tersebut berjalan mulus dan minim gangguan bagi ekosistem internet secara keseluruhan.
Meskipun Google tidak memberikan tanggal pasti untuk implementasi ini, keputusan tersebut menciptakan gelombang diskusi di komunitas online.
Baca Juga: Apa itu Google Vids: Memahami Layanan Video Terbaru dari Google
Google menunda penghentian penggunaan cookies pihak ketiga di Chrome menyoroti kompleksitas dan tantangan dalam mencapai keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan privasi pengguna.
Sementara industri dan pengguna internet menunggu perkembangan lebih lanjut, penting untuk memperhatikan bagaimana kebijakan teknologi besar seperti ini dapat memengaruhi ekosistem internet secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Galaxy S27 Ultra Bocor, Samsung Siapkan Empat Warna Baru?
- 2iPhone 18 Pro vs Galaxy S26 Ultra, Mana yang Lebih Unggul?
- 3YouTube Festival Indonesia 2026 Soroti Perubahan Konsumsi Konten Digital
- 4Pemerintah Siapkan Panduan AI untuk Sektor Kesehatan hingga Keuangan
- 5Realme P4s Lite Resmi Meluncur dengan Layar 120Hz dan Baterai 7.000 mAh
- 6Huawei Watch GT 7 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp3 Jutaan
- 7AnyPS5 v0.1 Hadir, Game PS5 Mulai Bisa Dimainkan di PC
- 8Pertamina Dex vs Dexlite, Apa Bedanya dan Cocok untuk Mobil Apa?
- 9Elon Musk Dilibatkan Pentagon untuk Tentukan Teknologi Perang Masa Depan AS
- 10Begini Cara Menghentikan WhatsApp Menyimpan Foto Otomatis ke Galeri









