Militer AS Ciptakan Komputer Antiretas

akurat logo
Safaraz
Sabtu, 23 Desember 2017 08:45 WIB
Share
 
Militer AS Ciptakan Komputer Antiretas
Ilustrasi meretas komputer. DAILYMAIL.CO.UK

AKURAT.CO, Divisi militer Amerika Serikat (AS), DARPA, mengembangkan komputer yang supercanggih dengan fitur keamanan baru antiretas. Proyek senilai 3,6 juta Dollar AS (Rp4,9 Trilyun) itu dinamai Morpheus.

Morpheus dipercanggih sistem transformasi sirkuit komputer yang dirancang seperti puzzle tak terselesaikan. Militer AS sejauh ini telah menganggarkan total 50 juta Dollar AS (Rp68 Trilyun) untuk program Morpheus.

Sistem Morpheus berbeda dari metode keamanan tradisional yang bersandar pada metode mengganggu  software patches untuk menciptakan vulnerabilities yang dikenal selama ini. Morpheus beroperasi dengan cara mengacak, memindah dan menghancurkan informasi dengan sangat cepat. Metode itu akan sangat sulit bagi hacker untuk meretas dan mencuri data penting sekaligus melindungi hardware maupun software.

Apakah Morpheus itu?

1. Morpheus dipercanggih dengan software yang secara konstan mengacak data dan menyimpannya pada tempat-tempat secara acak, seperti rubik, untuk mencegah zero day vulnerabilities seperti saat serangan virus WannaCry.

2. DARPA telah menyerahkan pengembangan proyek ini pada tim peneliti University of Michigan dengan nilai kontrak sebesar USD3,6 juta.

3. DARPA yakin sistem ini dapat digunakan untuk mengeliminasi banyak software exploit yang umum digunakan selama ini untuk lima tahun ke depan.

“Kami menciptakan komputer seperti puzzle yang tak bisa diselesaikan. Seperti halnya menyelesaikan rubik, setiap Anda mengedipkan mata saya akan mengacak ulang sistemnya,” ungkap Profesor Todd Austin, ilmuwan sains komputer di University of Michigan dikutip Dailymail (20/12).

Tahun ini salah satu kejadian zero day exploit paling besar adalah serangan virus WannaCry pada Mei lalu yang berhasil meretas 230.000 komputer, mencuri 145 juta data pribadi orang, dan membobol 3 milyar akun pribadi. Menurut Profesor Austin, hal ini disebabkan lokasi data tidak pernah berubah sehingga mudah bagi hacker untuk menemukan dan mencuri data.

Menurut DARPA, kerentanan paling umum diantaranya permissions dan privileges, buffer errors, resource management, kebocoran informasi, numeric errors, crypto errors dan injeksi kode. Dengan Morpheus, lokasi kerentanan dan lokasi password dapat diubah.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Lewat Instagram, Penggawa Persija Sindir Gol Aneh Persela

Senin, 21 Mei 2018 12:27 WIB

Persija kalah dengan skor 0-2


Memasuki Hari Keenam Ramadan Harga Cabai di Ambon Melambung

Senin, 21 Mei 2018 12:25 WIB

Para pedagang mematok harga cabai keriting Rp45.000, atau bergerak naik dari sebelumnya Rp40.000/kg, eceran Rp10.000/tumpuk.


Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Pendahuluan Uji UU LLAJ

Senin, 21 Mei 2018 12:21 WIB

Perkara yang teregistrasi dengan Nomor 41/PUU-XVI/2018 ini diajukan oleh 50 perorangan warga negara yang merasa dirugikan



Pesan Menohok SBY: Kekuasaan Tak Boleh Terlalu Absolut

Senin, 21 Mei 2018 12:10 WIB

SBY menyarankan bahwa pada generasi sekarang harus mewujudkan amanah Reformasi.


Mentan: Tida Ada Alasan Harga Naik di Bulan Suci Ramadan

Senin, 21 Mei 2018 12:05 WIB

Kementerian Pertanian telah menghapus seluruh regulasi yang menghambat swasembada pangan.


Puasa Ramadan (Bagian 4)

Senin, 21 Mei 2018 11:59 WIB

"Puasa adalah untukKu, dan saya yang akan membalas puasa orang yang berpuasa."


Resmi, Maduro Menangkan Pemilu Venezuela

Senin, 21 Mei 2018 11:58 WIB

Pemimpin berhaluan kiri Venezuela, Nicolas Maduro hari ini memenangkan kursi presiden dengan masa jabatan enam tahun


Menteri Rini : Program Serap Gabah Sejahterakan Petani

Senin, 21 Mei 2018 11:56 WIB

Menteri Rini : program serap gabah yang berintegrasi dengan BNI sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.


Gagal Bawa MU Juara, Fans Arsenal Kompak "Bully" Sanchez

Senin, 21 Mei 2018 11:50 WIB

MU mengakhiri musim 2017-2018 tanpa raihan gelar


Polisi Cokok 2 Penipu Bermodus Investasi Dolar

Senin, 21 Mei 2018 11:49 WIB

Argo Yuwono menduga kasus ini sudah memakan korban lebih dari tiga orang.


Amankan Satu Teroris, Densus Bawa Satu Karung Bahan Peledak

Senin, 21 Mei 2018 11:45 WIB

ES dulu seorang muazin di masjid, tapi sejak tiga tahun terakhir ini sudah tidak lagi. Perilaku ES berubah, setelah keluar kerja hotel.


Rupiah Minus Kepercayaan

Senin, 21 Mei 2018 11:44 WIB

Data-data ekonomi yang dirilis oleh Pemerintah justru menggambarkan pesimisme terkait kondisi ekonomi ditahun 2018.


Wabah Virus Nipah di India Selatan, Sembilan Orang Meninggal Dunia

Senin, 21 Mei 2018 11:41 WIB

Beberapa orang lagi yang terserang virus tersebut kini sedang dirawat di rumah sakit pemerintah


Ini Pesan Jokowi Peringati Harkitnas & 20 Tahun Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 11:40 WIB

Jokowi menyampaikan bahwa bangsa Indonesia dalah bangsa pemenang.