Drone Helikopter Marinir AS Bisa Diterbangkan Melalui Tablet

akurat logo
Safaraz
Senin, 18 Desember 2017 08:21 WIB
Share
 
Drone Helikopter Marinir AS Bisa Diterbangkan Melalui Tablet
Drone helikopter milik militer Amerika Serikat. DAILYMAIL.CO.UK

AKURAT.CO, Kantor Riset Angkatan Laut (ONR) menggelar uji terbang drone helikopter untuk pertama kali. Drone helikopter merupakan sistem angkut terbang otonom Marinir AS untuk mengirim pasukan tempur atau logistik ke garis depan pertempuran.

 “Ini tidak sekedar drone helikopter, AACUS adalah sistem otonom yang dapat diintegrasikan pada platform sayap putar apapun dan memberi kemampuan terbang otonom. Bayangkan jika korps marinir diterjunkan di lokasi terpencil, dan membutuhkan amunisi, air, baterai bahkan suplai darah,” papar Dr Walter Jones, Direktur eksekutif ONR, dikutip Daily Mail.

“AACUS, mengambil suplai dari markas, memilih rute paling optimal dan mengirim sampai lokasi terbaik paling dekat dengan pasukan, lalu kembali ke markas setelah bongkar muat selesai. Semua dapat dilakukan hanya dengan sekali menekan tombol di tablet,” kata Jones.

Kebutuhan kapabilitas ini mengemuka ketika korps marinir Amerika Serikat (AS) beroperasi di Afghanistan dan Irak. Helikopter kargo dan konvoi truk pengirim suplai seringkali diserang musuh atau terkena ledakan bom.

Bagaimana cara helikopter itu terbang sendiri?

Sistem ini terdiri dari sejumlah sensor dan paket software yang dapat diintegrasikan dengan helikopter. Sistem ini mampu mendeteksi dan menghindari hambatan seperti kabel telepon, kendaraan lain atau gedung tinggi di segala kondisi cuaca. Kapabilitas ini menjadi alternatif dari misi konvoi darat atau penerbangan konvensional.

AACUS didesain mudah dioperasikan oleh siapa pun dengan latihan minimal. Permintaan pengiriman suplai dan perintah terbangnya dioperasikan melalui tablet. Latihan pengoperasian sistem ini hanya 15 menit.  “Sistem ini lebih canggih dari drone yang dikendalikan melalui remote konsol dan memberi andil terhadap kapabilitas revolusioner armada maupun kesatuan,” ungkap Dennis Baker, Manajer Program AACUS.


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Urbanisasi di India Picu Sengketa Lahan

Selasa, 20 Februari 2018 20:59 WIB

Pertumbuhan kota-kota besar di India memicu persengketaan lahan


Pengembang Australia Tarik Investor Properti Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:51 WIB

Pengembang asal Australia,Crown Group berupaya menarik investor asing termasuk Indonesia untuk membeli properti di Negeri Kangguru tersebut


Ribuan Personel Gabungan Disiagakan di Bandara Soetta

Selasa, 20 Februari 2018 20:50 WIB

Untuk antisipasi kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.


Respons Anies Usai Ketua SC Ngaku Salah soal Insiden Penghalauan

Selasa, 20 Februari 2018 20:47 WIB

Terkait kasus penghalauan, Anies pun Ingin semua pihak ngambil pembelajaran.


KPK Siap Bantu Polri Jemput Tersangka Kondensat Honggo Wendratno

Selasa, 20 Februari 2018 20:42 WIB

Saat ini KPK masih mempelajari kasusnya.


Bagi Tugas Kampanye, 2DM Bakal Jarang Bertemu

Selasa, 20 Februari 2018 20:36 WIB

Tatar Pasundan mempunyai daerah yang sangat luas, sehingga dibutuhkan mobilitas dari keduanya.


Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.


Laporkan Firman Wijaya, SBY Dianggap Tak Hargai Profesi Advokat

Selasa, 20 Februari 2018 20:34 WIB

Pelaporan SBY membuat profesi advokat mendapatkan tekanan, ancaman, dan hambatan.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."