Sebagian Besar Warganet Twitter Berpendapat Tidak Perlu Telegram Diblokir

akurat logo
Ahmad Muhajir
Sabtu, 15 Juli 2017 12:55 WIB
Share akurat gplus icon
 
Sebagian Besar Warganet Twitter Berpendapat Tidak Perlu Telegram Diblokir
Poling oleh Kominfo terkait pemblokiran Telegram. twitter.com/Menkominfo

AKURAT.CO, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir layanan Telegram karena dianggap menyediakan konten-konten yang berpotensi menyuburkan terorisme.

Kebijakan tersebut telah banyak direspon oleh warganet, khususnya di Twitter. Dukungan ataupun penolakann pemblokiran Telegram bertebaran, sekarang Kominfo lewat akun resminya membuat sebuah poling dengan pertanyaan: perlukah Telegram diblokir?, pada Jumat (14/7) kemarin.

Hasilnya, sejauh pantauan tim AkuratTekno, Sabtu (15/7), 80 persen warganet yang berpatisipasi beranggapan tidak perlu Telegram diblokir, diikuti dengan 11 persen tidak tahun, dan tersisa 9 persen menjawab perlu.

Poling tersebut telah melibatkan lebih dari 6800 pemilih, lalu mendapat 1100 lebih komentar, sebagai metode untuk mengetahui pendapat umum Tweet Poling dari Kominfo akan berakhir 5 hari kedepan.

Sementara itu, pengamat media sosial, Nukman Luthfie, mengatakan di akun Twitter-nya bahwa blokir merupakan cara paling mudah, tanpa perlu berpikir, hanya tinggal blokir saja.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

RUU Pemilu, Jokowi: Ini Negara Hukum Negara Demokrasi

Sabtu, 22 Juli 2017 01:30 WIB

Bagi siapapun yang tidak setuju dengan keputusan DPR, harus menempuh jalur hukum.


Kemenag: Fasilitas Penunjang Jamaah Haji Indonesia Sudah Siap 100 Persen

Sabtu, 22 Juli 2017 01:00 WIB

Segala keperluan jemaah haji Indonesia sudah siap 100 persen.


Menang Telak, Luis Milla Puji Semangat Skuad Garuda

Sabtu, 22 Juli 2017 00:38 WIB

“Semangat tidak kenal putus asa. Itu menjadi kunci kemenangan kita hari ini atas Mongolia,” kata Milla, seperti dipetik dari laman PSSI


Liverpool Menolak Tawaran Barcelona Rp 1,2 Triliun untuk Coutinho

Sabtu, 22 Juli 2017 00:30 WIB

Coutinho dilaporkan telah tandatangani kontrak lima tahun bersama The Reds senilai sekitar Rp 2,5 miliar per minggu.


Kemendagri Harap Kepala Daerah Terbitkan Perda Ormas

Sabtu, 22 Juli 2017 00:30 WIB

Kami mendorong kepada daerah untuk menerbitkan instrumen di sana berupa peraturan kepala daerah.


Bertandang ke Gelora Bandung Lautan Api, Persija Ingin Perbaiki Posisi Klasmen

Sabtu, 22 Juli 2017 00:16 WIB

"Kita punya misi untuk memperbaiki posisi dan menang. Karena, sedikit lagi (Persija) bisa merangkak ke (papan) atas."Maman Abdurrahman


Belanda Jajaki Kerjasama Dengan Sumatera Utara

Jumat, 21 Juli 2017 23:54 WIB

Pemerintah Belanda tengah melakukan penjajakan peluang kerjasama dalam berbagai bidang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Jelang 'El-Clasico', Teco: Pressure ada di Persib Bandung

Jumat, 21 Juli 2017 23:45 WIB

Teco mengklaim, tidak gugup menghadapi pertandingan besok. Pasalnya, saat di Brasil, dia pernah mengalami sejumlah pertarungan keras.


Sosok Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana Di Cikarang

Jumat, 21 Juli 2017 23:39 WIB

Seroang wanita tewas dalam kondisi tanpa busana di rumah pribadinya di Perumahan Mode Green.


Pemerintah Terbitkan Perppu No.2/17, Jaksa Agung: Ormas-Ormas Baik Jangan Takut

Jumat, 21 Juli 2017 23:34 WIB

Kita harapkan ormas-ormas yang baik-baik tidak khawatir atau takut.



Narkoba 'Flakka' Masuk Indonesia, Pengguna Bisa Jadi Zombie

Jumat, 21 Juli 2017 23:08 WIB

Narkoba jenis baru yakni 'flakka' disinyalir sudah masuk ke Indonesia.


Pengamat: PT 20 Persen, Parpol Harus Koalisi pada Pemilu 2019

Jumat, 21 Juli 2017 22:55 WIB

Berdasarkan hasil Pemilu DPR RI 2014, tidak ada satu pun parpol yang meraih 112 kursi (20 persen dari 560 kursi) DPR RI.


Persib Lebih Bugar, Persija Tak Gentar

Jumat, 21 Juli 2017 22:43 WIB

Persija baru saja beruji coba dengan tim La Liga, Espanyol.


Tersangka Korporasi, Perdagangan Saham PT DGI Dihentikan Sementara

Jumat, 21 Juli 2017 22:35 WIB

Penghentian sementara perdagangan efek perseroan di pasar reguler dan pasar tunai terhitung sejak sesi I perdagangan pada Rabu (19/7).