Komisi I Siap Sahkan RUU Perlindungan Data Pribadi, Tapi ..

akurat logo
Vidyandini Agivonia
Selasa, 13 Maret 2018 20:02 WIB
Share
 
Komisi I Siap Sahkan RUU Perlindungan Data Pribadi, Tapi ..
Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas pribadi masyarakat dalam proses sensus penduduk. . KEMENDAGRI.GO.ID

AKURAT.CO, Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) saat ini tampaknya masih lama untuk disahkan menjadi Undang-undang (UU). Padahal UU ini diperlukan mengingat masyarakat sudah menyetorkan datanya NIK dan KK saat melakukan registrasi ulang kartu prabayar. Tanpa UU ini, data masyarakat bisa saja berpotensi disalahgunakan.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, pihaknya siap mengesahkan RUU PDP ini. Namun saat ini RUU tersebut masih di tangan pemerintah. Saat ini, Komisi I sedang menyelesaikan RUU penyiaran dan RUU Radio Televisi RI. Namun bisa saja RUU PDP itu didahulukan, jika RUU itu sudah matang dari pemerintah.

"Ruu inisiatif dari pemerintah. Karena kalau di Komisi I  masih agak terlalu berat karena masih ada 2 RUU yang ditunggu oleh publik yaitu RUU penyiaran dan RUU radio televisi RI. Tentu kita berharap setelah pemerintah merevisi UU ITE maka saatnya pemerintah memasukkan RUU perlindungan data pribadi," kata Meutya.

Muetya menambahkan, Komisi I mempersilahkan pemerintah untuk mengajuakan inisiatif RUU kepada Komisi I kapanpun pemerintah siap.

"Hari senin nanti kita akan mengundang kemenkominfo, operator-operator terkait untuk membahas  evaluasi registasi ulang ini yang telah dilakukam  walaupun secara undamg-undang belum ada tapi setidaknya melindungi data-data konsumen yang telah memasukkan data melalui registrasi kemarin,"

Meutya pun menegaskan bahwa RUU inisifatif dari pemerintah terkait perlindungan data pribadi sudah menjadi RUU prioritas  Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2018 namun dari pihak pemerintah (Kemkominfo) yang belum menjadikan RUU tersebut menjadi prioritas prolegnas.

"Di pemerintah kan juga banyak tuh undang-undangnya, mungkin itu belum jadi prioritas," kata Meutya.

Mantan jurnalis salah satu televisi swasta ini berharap RUU PDP secepatnya akan rampung sebelum memasuk tahun politik seperti pemilihan calon presiden tahun 2019 mendatang.

"Saya harap secepatnya karena hal ini juga butuh dorongan dari publik karena publik mulai merasa haknya perlu dilindungi oleh undang-undang inisiatif dari pemerintah terkait perlindungan data pribadi," imbuhnya.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Rommy: GP Ansor Garda Terdepan Jaga Negara dan Agama dari Komunis

Rabu, 25 April 2018 07:49 WIB

GP Ansor punya akar yang kuat karena terdiri dari alumni pesantren. Mempunyai pondasi kuat dan berpegang teguh pada ahlussunnahwal jamaah.


DPRD Happy, PAD Jatim 2018 Diprediksi Lampaui Target

Rabu, 25 April 2018 07:45 WIB

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim laporkan bahwa akhir tahun 2017, capaian PKB tercapai 114 persen lebih


Resahkan Warga, Polsek Palmerah Tangkap Polisi Gadungan

Rabu, 25 April 2018 07:35 WIB

Warga resah karena ia selalu menenteng senjata api jenis Airsoftgun hitam.


Mencairnya Tensi Ketegangan Geopolitik, Picu Penurunan Harga Minyak Dunia

Rabu, 25 April 2018 07:35 WIB

AS akan memutuskan pada 12 Mei 2018 mendatang untuk hentikan kesepakatan nuklir dengan Iran ataukah menerapkan sanksi atas Iran


Poster Terbaru Ant-Man and the Wasp Tampil di CinemaCon

Rabu, 25 April 2018 07:30 WIB

Foto poster tersebut kemudian diunggah melalu Twitter oleh Editor Manajer Fandango.


Icardi Bakal Jadi Pemain dengan Gaji Tertinggi di Italia

Rabu, 25 April 2018 07:30 WIB

Icardi, di antara naik gaji atau angkat kaki


IHSG Cenderung Melemah Terbatas

Rabu, 25 April 2018 07:16 WIB

IHSG akan bergerak cenderung melemah terbatas menguji support pada perdagangan selanjutnya dengan rentan pergerakan 6.200-6.258


Zidane: Muenchen Semakin Menakutkan Dilatih Heynckes

Rabu, 25 April 2018 07:05 WIB

"Saya tidak berpikir kami favorit juara," ujar Zidane.


Tagih Janji Pro Islam, PA 212 Adakan Pertemuan dengan Jokowi

Rabu, 25 April 2018 07:03 WIB

Pertemuan dengan presiden Jokowi hanya menagih janji pro Islam, dan tidak kriminalisasi ulama.


IHSG Berpeluang Rebound, Koleksi Saham-Saham Ini

Rabu, 25 April 2018 07:01 WIB

Setelah ditutup melemah 1.24% di level 6229.635 pada 24 April 2018, IHSG berpeluang untuk kembali menghijau


Kinerja Bisnis Otomotif Merosot, Laba Bersih Astra Kuartal Pertama Terseok

Rabu, 25 April 2018 06:59 WIB

Grup Astra mengalami penurunan kinerja pada sebagian segmen bisnisnya, khususnya pada segmen otomotif dan agribisnis


Rupiah Cari Momentum Naik Terbatas Ditengah Kesaktian Dolar

Rabu, 25 April 2018 06:55 WIB

Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support 13.888 dan resisten 13.878


Dari Dunia Hiburan ke Bisnis Teknologi

Rabu, 25 April 2018 06:50 WIB

Tidak sia-sia Christian Sugiono fokus mengembangkan media digital. Bersama MBDC media, Christian menghasilkan banyak income dan klien.


Polisi Florida Ungkap Kejahatan Lewat Jari Mayat

Rabu, 25 April 2018 06:50 WIB

Jari mayat kerap digunakan oleh Polisi Florida untuk mengungkap kejahatan. Ada yang pro, ada pula yang kontra.


Geledah Kantor PU dan PKAD, Kejari SIbolga: Bappeda Nanti Dulu

Rabu, 25 April 2018 06:48 WIB

Penggeledahan dilakukan pasca penetapan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Bapeda Tapteng tahun anggaran 2015