The Greatest, Alat Pencegah Longsor Buatan Ilmuan Indonesia

akurat logo
Vidyandini Agivonia
Selasa, 13 Februari 2018 17:18 WIB
Share
 
The Greatest, Alat Pencegah Longsor Buatan Ilmuan Indonesia
Peneliti LIPI memperkenalkan alat pencegah longsor, The Greatest . AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia

AKURAT.CO, Bencana alam di Indonesia seakan tidak pernah berhenti. Sebut saja gunung Meletus, banjir, hingga longsor. Semua bencana ini kerap kali menimbulkan korban jiwa.

Sejumlah bencana sebenarnya bisa dicegah, seperti banjir dan longsor. Namun seringkali upaya pecegahan itu tidak direncanakan dengan matang dan efektif, sehingga bencana pun tetap terjadi. Padahal, dengan potensi bencana yang besar di Indonesia, seharusnya pencegahan harus benar-benar matang.

Untuk mencana longsor misalnya, sejumlah daerah sadar dengan potensi ini. Struktur tanah yang tak rata, bahkan berada di daerah perbukitan membuat kondisi tanah labil dan bisa kapan saja terjadi longsor, terutama saat musim hujan.

Nah, untuk mencegah longsor ini, anak bangsa sebenarnya sudah memiliki alat khusus untuk mencegahnya. Salah satu ilmuan Indonesia, Dr. Ir. Andrin Tohari, M.Eng, telah membuat alat yang diberinama The Greatest (teknologo gravitasi ekstaksi air tanah untuk kestabilan lereng).

Menurut Andrin, ada empat klasifikasi bencana longsor yang sering terjadi di musim hujan di Indonesia yaitu aliran, runtuhan batuan, luncuran, dan nendatan. Dan yang paling sering terjadi adalah longsor luncuran.

Fenomena ini dapat dicegah dengan alat yang dirancang sejak 2013 ini untuk menurunkan muka air tanah dalam lereng. Metode yang digunakan The Greatest adalah metode drainase siphon. Seperti Namanya, metode ini menggunakan alat utama yaitu flushing unit. Pompa tersebut memilki kerja prinsip menghisap air tanah berdasarkan perbedaan ketinggian muka air tanah.

"Flushing ini kerjanya sama seperti kita nyedot bensin dari tangki motor. Pernah kan? Nah sama, ini bakal nyedot air di dalam tanah tanpa listrik karena tekanan udara," kata Andrin dalam acara Media Briefing di LIPI, Jakarta, Selasa (13/2).

Alat ini diyakini dapat mengurangi resiko longsor karena menurunkan menurukan muka air tanah hingga kedalaman 10 meter dibawah permukaan tanah.

Rancangan alat ini sudah di uji coba di lereng kampung Cibitung, Desa Sukamukti, Pangalengan, Jawa Barat. Hasil percobaan tersebut mampu mengurangi air di dalam tanah yang dapat menjadi penyebab utama longsor. Namun hasil dari alat drainase ini sangat bergantung dengan  jumlah siphon dan jaraknya itu sendiri.

"Hasil uji coba di Pangalengan sangat memberikan dampak yang signifikan apalagi saat musim hujan" tambah Andrin.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."


Lucunya Reza Rahadian Meledek Sepatu Christine Hakim Saat Jumpa Pers

Selasa, 20 Februari 2018 20:09 WIB

Sol sepatu Christine Hakim copot.


Presiden Jokowi Tak Rela Piringan Hitam Band Metallica Jadi Milik Negara

Selasa, 20 Februari 2018 20:08 WIB

KPK pun mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang ingin menebus benda pemberian band kesayangannya tersebut.


Tim Kuasa Hukum Firman Wijaya Sebut SBY Salah Kaprah

Selasa, 20 Februari 2018 20:04 WIB

Firman Wijaya murni hanya menjalankan tugasnya sebagai advokat.


Milenial Dominasi Nasabah FLPP BRI Syariah

Selasa, 20 Februari 2018 20:03 WIB

BRISyariah telah berhasil menyalurkan Rp 51,4 miliar untuk FLPP yang sebagian besar nasabahnya merupakan generasi milenial.


Pakistan Ingin Tiru Model Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:02 WIB

Gubernur Provinsi Sindh, Muhammad Zubair mengatakan pertumbuhan ekonomi merupakan model yang baik dan ingin ditiru oleh Pakistan.


Polda Jabar Ungkap Pembuatan Kosmetik Palsu

Selasa, 20 Februari 2018 20:02 WIB

Modus yang dilakukan pelaku adalah meracik dan mengemas berbagai macam krim dengan mencampurkan bahan ke dalam tempat adonan.


Pengungkapan Sabu 1,6 Ton, DPR: Bukti Keseriusan Aparat

Selasa, 20 Februari 2018 19:58 WIB

"Ini indikator bahwa darurat narkoba di Indonesia benar-benar nyata."