Tekno / Motor / Berita

Restorasi Vespa, dari Skuter Jadi Funitur

akurat logo
Ahmad Muhajir
Senin, 05 Februari 2018 16:18 WIB
Share
 
Restorasi Vespa, dari Skuter Jadi Funitur
Skuter Vespa dirubah menjadi gerobak es krim. INSTAGRAM/r.ddesign

AKURAT.CO, Pada bulan April 1946, desain skuter inovatif dan fungsional dipresentasikan kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya di sebuah klub golf di Roma.

Vespa secara historis dimulai dengan bisnis peralatan kapal. Piaggio sebagai produsen memproduksi barang yang beradaptasi seiring perubahan zaman.

Pasca revolusi industri berlangsung, di mana pabrik tumbuh pesat, perusahaan menghasilkan komponen untuk menunjang distribusi barang; kereta api.

Masuk ke masa perang dunia, Piaggio mulai merambah bisnis peralatan perang. Mereka memproduksi pesawat terbang, kapal laut, sampai mesin pesawat. Setelah era perang dunia berakhir, Vespa pada 1946 barulah terlahir di dunia.

A post shared by Roy Dayan (@r.ddesign) on

Laman Designboom mengatakan bahwa, Vespa secara cepat meraih kesuksesan dan minat media internasional serta rasa ingin tahu publik, termasuk skeptisme beberapa di antaranya.

Vespa telah menghiasi jalan-jalan utama kosmopolitan. Sudah mengaspal ke seluruh penjuru dunia selama kurang lebih tujuh dekade terakhir. Di Indonesia sendiri, tak asing dengan tampilan "Vespa gembel" yang merekonstruksi diri menerobos logika khalayak umum.

Kini, seorang perancang berbasis di kota Jaffa, Israel, Roy Dayan, merestorasi skuter Vespa menjadi sejumlah funitur seperti; sofa, lampu, meja, bahkan jadi sebuah booth untuk berdagang.

A post shared by Roy Dayan (@r.ddesign) on

Sebagai "pemimpin" restorasi ini, Roy ketika masih kecil, didiagnosis menderita disleksia. Ini menyebabkannya menarik diri dari studi dan mulai bekerja sejak remaja. Namun, ini memicu keinginan untuk mengasah keahliannya.

"Saya melihat sekelompok pria mengendarai Vespa mereka dengan selendang yang menutupi wajah. Saya terpesona, dan untuk pertama kalinya saya memikirkan fitur 'universal' dari skuter ini. Anda dapat menyentuh selera setiap orang, perempuan, pria, anak-anak, dan jalanan tidak akan pernah luput dari perhatiannya," kata Roy.

Benih ditaburkan. Tapi agar bisa tumbuh, dia membutuhkan langkah kunci yang lain. Itu terjadi ketika Roy menghabiskan beberapa waktu di Australia, dengan seorang teman yang memiliki bengkel tempat dia memperbaiki mobil-mobil kuno.

A post shared by Roy Dayan (@r.ddesign) on

Di situlah dia mempelajari semua teknik dan pengecatan ulang pemrosesan logam yang telah dipelajari sejak kembali ke Israel pada tahun 2005, di studio desainnya di Tel Aviv.

"Tidak ada waktu untuk berhenti membayangkan perabot baru atau dekorasi. Jika sebuah ide muncul di benak saya, meski itu tengah malam, saya tidak punya pilihan, harus turun ke studio dan merancangnya," ungkapnya.

Menurut Roy, sulit untuk menemukan ide yang terkadang terlintas begitu cepat di dalam pikiran, oleh karena itu dia tidak mau menyia-nyiakan waktu. Dan untuk alasan ini, ia bersama rekannya telah menghasilkan berbagai macam barang. Beberapa karyanya bahkan terpajang di Museum of Italian Jewish Art, Tel Aviv.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Bagi Tugas Kampanye, 2DM Bakal Jarang Bertemu

Selasa, 20 Februari 2018 20:36 WIB

Tatar Pasundan mempunyai daerah yang sangat luas, sehingga dibutuhkan mobilitas dari keduanya.


Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.


Laporkan Firman Wijaya, SBY Dianggap Tak Hargai Profesi Advokat

Selasa, 20 Februari 2018 20:34 WIB

Pelaporan SBY membuat profesi advokat mendapatkan tekanan, ancaman, dan hambatan.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."


Lucunya Reza Rahadian Meledek Sepatu Christine Hakim Saat Jumpa Pers

Selasa, 20 Februari 2018 20:09 WIB

Sol sepatu Christine Hakim copot.


Presiden Jokowi Tak Rela Piringan Hitam Band Metallica Jadi Milik Negara

Selasa, 20 Februari 2018 20:08 WIB

KPK pun mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang ingin menebus benda pemberian band kesayangannya tersebut.


Tim Kuasa Hukum Firman Wijaya Sebut SBY Salah Kaprah

Selasa, 20 Februari 2018 20:04 WIB

Firman Wijaya murni hanya menjalankan tugasnya sebagai advokat.


Milenial Dominasi Nasabah FLPP BRI Syariah

Selasa, 20 Februari 2018 20:03 WIB

BRISyariah telah berhasil menyalurkan Rp 51,4 miliar untuk FLPP yang sebagian besar nasabahnya merupakan generasi milenial.


Pakistan Ingin Tiru Model Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:02 WIB

Gubernur Provinsi Sindh, Muhammad Zubair mengatakan pertumbuhan ekonomi merupakan model yang baik dan ingin ditiru oleh Pakistan.