Jokowi: Indonesia Harus Mampu Kuasai Bidang AI dan Bioteknologi

akurat logo
Ahmad Muhajir
Senin, 22 Januari 2018 21:37 WIB
Share
 
Jokowi: Indonesia Harus Mampu Kuasai Bidang AI dan Bioteknologi
Presiden Joko Widodo melakukan pengecekan kereta usai peresmian kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/1). AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa tantangan Indonesia ke depan adalah menghadapi era baru yang dinamakan Revolusi Industri 4.0. Di mana internet dan teknologi digital menjadi semakin masif.

"Tantangan kita ke depan harus mampu menguasai bidang Artifical Intelligence (AI) dan Bioteknologi. Kita juga harus bisa menguasai hal-hal yang bersifat fisika, dan saya kira itu bisa dikejar dengan percepatan pembangunan seperti di kampus ITERA ini," ujar Jokowi di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung, Minggu (21/1), seperti dilansir dari laman ristekdikti.go.id.

Jokowi juga menyatakan, untuk menuju revolusi 4.0 ini, semua yang dibutuhkan Indonesia harus dilakukan secara cepat dalam mengejar ketertinggalan.

"Yang paling penting satu saja, nantinya kita bisa ikut mengejar terutama dalam rangka menyongsong revolusi industri 4.0. Semuanya membutuhkan seperti Engineer dan yang lainnya dalam bidang tertentu. Saya lihat disini (ITERA) fakultasnya juga sudah kearah sana," ungkapnya.

Sejauh ini kampus ITERA yang memiliki luas sekitar 275 hektare telah mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat seperti gedung dan embung atau tempat penampungan air hujan, yang ditujukan untuk irigasi dan air bersih, serta gedung lainnya.

"Kampus ITERA telah memiliki 7 (tujuh) embung yang dibantu dari Kementerian PUPR, 3 (tiga) gedung dari Kemenristekdikti, dan 1 (satu) gedung dari Kementerian BUMN. Tahun ini juga kita ingin menambahkan 2 gedung asrama agar ada percepatan pembangunan kampus ITERA," terang Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan Kuliah Umum di Kampus ITERA. Dalam kuliahnya, Menteri Nasir memaparkan era disruptif yang terjadi saat ini akan mempengaruhi pada bidang Iptek dan pendidikan tinggi.

"Kuliah tidak lagi dikelas, kita bisa kuliah sejak bangun tidur, buka laptop, langsung kita hubugkan dengan internet, bisa langsung kuliah. Bahan ajar juga sudah masuk kedalam big data, dan semua itu pasti akan berkembang," ungkap Nasir.

Menanggapi arahan Presiden Jokowi, Nasir mengatakan sudah melaksanakan persiapan menghadapi Revolusi Industri 4.0, bahkan menurutnya hal tersebut dibahas khusus pada Rakernas Kemenristekdikti beberapa hari yang lalu.

Dalam sambutannya, Rektor ITERA Oviar Zainudin Tamin, menjelaskan sudah memiliki masterplan pembangunan kampus ITERA yang baru berusia sekitar 3 tahun di masa yang akan datang untuk bergerak lebih cepat.

"IPB menjadi seperti sekarang dengan melalui proses 100 tahun lamanya, tetapi ITERA, akan bisa mengejarnya dengan waktu 25 tahun, sanggup? Kita sanggup, dengan bergerak cepat, kerja cepat, dan berlari cepat, kita pasti bisa," pungkas dia.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pengembang Australia Tarik Investor Properti Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 20:51 WIB

Pengembang asal Australia,Crown Group berupaya menarik investor asing termasuk Indonesia untuk membeli properti di Negeri Kangguru tersebut


Ribuan Personel Gabungan Disiagakan di Bandara Soetta

Selasa, 20 Februari 2018 20:50 WIB

Untuk antisipasi kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.


Respons Anies Usai Ketua SC Ngaku Salah soal Insiden Penghalauan

Selasa, 20 Februari 2018 20:47 WIB

Terkait kasus penghalauan, Anies pun Ingin semua pihak ngambil pembelajaran.


KPK Siap Bantu Polri Jemput Tersangka Kondensat Honggo Wendratno

Selasa, 20 Februari 2018 20:42 WIB

Saat ini KPK masih mempelajari kasusnya.


Bagi Tugas Kampanye, 2DM Bakal Jarang Bertemu

Selasa, 20 Februari 2018 20:36 WIB

Tatar Pasundan mempunyai daerah yang sangat luas, sehingga dibutuhkan mobilitas dari keduanya.


Ingin Hamil? Berpikirlah Seks itu Seksi

Selasa, 20 Februari 2018 20:35 WIB

Banyak pasangan yang justru saat melakukan seks untuk hamil malah menjadikannya beban.


Laporkan Firman Wijaya, SBY Dianggap Tak Hargai Profesi Advokat

Selasa, 20 Februari 2018 20:34 WIB

Pelaporan SBY membuat profesi advokat mendapatkan tekanan, ancaman, dan hambatan.



Rizieq Shihab Pulang, Amien Rais Minta Pemerintah Jangan Main-main dengan Umat Islam

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Selama ini umat Islam telah sabar.


Citi Indonesia Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari The Asset

Selasa, 20 Februari 2018 20:25 WIB

Citi Indonesia meraih penghargaan sebagai Best Digital Bank dan Best Retail Mobile Banking Experience dari majalah The Asset.


Pertama Kali, LAM Riau Berikan Gelar Adat kepada Ulama

Selasa, 20 Februari 2018 20:20 WIB

Selama ini, LAM Riau hanya memberikan gelar adat bagi birokrat.


Tata Kota Metropolitan Negara Berkembang, Apa Saja yang Penting Diperhatikan?

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Kota metropolitan di negara-negara berkembang dapat mengatasi penyebaran penduduk dengan membuat perencanaan jangka panjang.


4 Camilan Pendamping Kopi yang Nikmat

Selasa, 20 Februari 2018 20:15 WIB

Banyak cemilan pendamping kopi. Tapi yang ini paling pas.


Benarkan Video di Jeddah, Panitia Penjemputan Belum Tahu Tujuan Rizieq

Selasa, 20 Februari 2018 20:14 WIB

"Habib Rizieq mau pamitan atau mau ke Turki, saya juga nggak paham."


Lucunya Reza Rahadian Meledek Sepatu Christine Hakim Saat Jumpa Pers

Selasa, 20 Februari 2018 20:09 WIB

Sol sepatu Christine Hakim copot.