Ketika Manusia Saling Membunuh dalam Perang, Satwa Liar juga Mati

akurat logo
Ahmad Muhajir
Kamis, 11 Januari 2018 20:15 WIB
Share
 
Ketika Manusia Saling Membunuh dalam Perang, Satwa Liar juga Mati
Ilustrasi badak yang kerap jadi target perburuan. BBC

AKURAT.CO, Perang tidak hanya akan membunuh manusia namun juga satwa liar. Kok bisa?

Sebuah penelitia di Afrika menyebutkan, saat perang berkecamuk, 90 persen populasi hewan seperti gajah, zebra, dan kerbau berkurang. Sementara hewan yang bisa bertahan akan membangun kembali populasi mereka.

Kesimpulan ini diperoleh setelah periset melihat kembali ribuan laporan tentang populasi satwa liar di kawasan lindung Afrika antara tahun 1946 hingga 2010. Mereka menemukan bahwa di masa damai, jumlah herbivora berukuran besar tetap stabil.

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature (10/1) menunjukkan, hanya dalam satu tahun konflik, populasi hewan langsung turun drastis.

Semakin lama perang terus berlanjut, semakin curam penurunan tersebut. Misalnya, 15 tahun perang sipil di Mozambik menyebabkan satu taman nasional kehilangan 90 persen satwa liarnya.

Studi sebelumnya tentang dampak perang terhadap satwa liar kebanyakan merupakan studi kasus individual, dan hasilnya bervariasi. Di Kashmir, misalnya, macan tutul dan beruang tumbuh subur karena pemburu menghindari daerah tempur seperti hutan.

Tapi seringkali dampaknya negatif: hewan dibunuh oleh bom atau bahan kimia, atau diburu untuk memberi makan tentara. Perang juga menyulitkan pemerintah dan organisasi nirlaba untuk menerapkan atau melanjutkan program konservasi.

Setiap negara, dan setiap konflik, berbeda. Itulah mengapa studi ini penting, untuk melihat secara menyeluruh bagaimana perang mempengaruhi satwa liar dalam jangka waktu tertentu di seluruh benua Afrika.

"Kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa dampak keseluruhan perang terhadap satwa liar adalah benar. Dibutuhkan sedikit konflik bagi populasi hewan untuk mulai menurun," kata satu satu periset Joshua Daskin dari Yale University.

Antara tahun 1977 dan 1992, negara Mozambik mengalami perang sipil berdarah yang menewaskan ribuan orang, dan menghancurkan satwa liar di Taman Nasional Gorongosa.

Taman tersebut kehilangan 90 persen herbivora besarnya karena diburu, sementara hyena, macan tutul, dan anjing liar pada dasarnya lenyap. Asisten profesor ekologi dan biologi evolusioner di Princeton University menjelaskan kepada The Verge, setelah perang, populasi mereka pulih, dan taman tersebut kini telah berkembang.

Daskin dan Pringle mengumpulkan ribuan studi dan laporan pemerintah tentang penurunan populasi atau pertumbuhan 36 spesies di 19 negara Afrika, dari tahun 1946 dan 2010.

Masa damai tidak berpengaruh pada populasi, namun pada umumnya segera setelah perang dimulai, hewan menjadi sasaran. Menurut Daskin, jika konflik lebih sering terjadi, populasi rata-rata hewan akan menurun lebih cepat.

Di Taman Nasional Danau Mburo di Uganda, misalnya, populasi impala rata-rata mengalami penurunan rata-rata 4,5 persen per tahun antara tahun 1982 dan 1995, ketika negara tersebut dilanda serangkaian perang dan pemberontakan. Populasi kuda nil turun 12,5 persen per tahun selama periode waktu yang sama.

Dan di Taman Nasional Zakouma di Chad, populasi gajah menurun pada 44 persen per tahun antara tahun 2006 dan 2009, ketika negara tersebut terjadi perang sipil.

Pringle menerangkan, penelitian itu terbatas pada kelompok herbivora besar jadi karnivora dan tanaman tidak diukur. Lalu, dari data yang telah terkumpul tidak jelas mengapa hewan-hewan mati.

Kaitlyn Gaynor, kandidat PhD di Departemen Ilmu Lingkungan, Kebijakan, dan Manajemen di University of California, Berkeley, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan, temuan penelitian ini menunjukkan kita tidak boleh mengabaikan peluang konservasi dan pemulihan setelah konflik.

Bagi Pringle, hewan-hewan besar ini merupakan penghubung penting, dan salah satu hubungan terakhir antara manusia dan dunia liar yang kita hadapi. Penting untuk melestarikan spesies ini dan memungkinkan mereka bertahan cukup lama agar anak dan cucu kita dapat memiliki pengalaman itu. Demikian seperti disadur dari The Verge, Kamis (11/01).[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Gerbong Argo Parahyangan yang Anjlok Berhasil Dievakuasi

Rabu, 24 Januari 2018 16:52 WIB

Pukul 14.00, semua gerbong sudah berhasil diangkat dan jalur dinormalisasi.


PDIP Nilai Penataan Tanah Abang Anies-Sandi Bikin Kumuh dan Macet Tambah Parah

Rabu, 24 Januari 2018 16:51 WIB

Kawasan Tanah Abang sempat kondusif pada era Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjabat dengan memasukkan pedagang kaki lima ke Blok G


Jadi Sarang Narkoba, Polisi Ungkap Keberhasilan Gerebek Kampung Ambon

Rabu, 24 Januari 2018 16:50 WIB

Pro aktif Babinkamtibmas dan Babinsa mencari informasi keresahan masyarakat jadi kunci keberhasilan operasi ini.


Ahsan: Kami Kalah karena Banyak Lakukan Kesalahan

Rabu, 24 Januari 2018 16:47 WIB

"Kita masih belum bermain lepas."


Pemotretan Bersama Kardashian, Kylie Jenner Sembunyikan Kehamilannya

Rabu, 24 Januari 2018 16:46 WIB

Pada hampir semua pose, Jenner selalu berkamuflase untuk menutup perutnya.


Gempa Susulan Kali Ini Tidak Berdampak di Bogor

Rabu, 24 Januari 2018 16:41 WIB

Gempa yang terjadi kemarin hancurkan ratusan bangunan.


Menakjubkan! 5 Danau ini Permukaannya Berwarna Merah Muda

Rabu, 24 Januari 2018 16:38 WIB

Tidak percaya ada danau merah muda? Baca ini.


PDIP Kritik Anies-Sandi, Gerindra Membela: 'Move On' Dulu

Rabu, 24 Januari 2018 16:38 WIB

Anggota DPRD Fraksi PDIP melontarkan kritik 'pedas' kebijakan Anies-Sandi. Sedangkan fraksi Gerindra mendukung Anies-Sandi


Bau Puncak Dunia di Semifinal Australia Terbuka

Rabu, 24 Januari 2018 16:36 WIB

Laga semifinal akan dilangsungkan di Rod Laver Arena, Jumat (25/1), mendatang.


Warga Temukan Benda Diduga Mortir Aktif

Rabu, 24 Januari 2018 16:33 WIB

Benda mencurigakan tersebut ternyata peluru RPG.



Duh, Kata-kata Ammar Zoni untuk Ranty Maria ini Romantis Abis

Rabu, 24 Januari 2018 16:33 WIB

Kata-kata manis Ammar Zoni bikin meleleh


Pemerintah Kembali Kantongi Utang Rp8,63 Triliun dari Lelang Sukuk

Rabu, 24 Januari 2018 16:32 WIB

Pemerintah kantongi dana utang sebesar Rp8,63 Tdari lelang SBSN pada Selasa (23/1) lalu.


Kalah dari Wakil Korea, Jonatan: Saya Mati Konyol

Rabu, 24 Januari 2018 16:30 WIB

Jojo -sapaan Jonatan- kalah dua gim langsung, 21-15 dan 21-10.